sungguh, tak pernah kuduga sebelumnya
rasa benci adalah dunia yang asing
dusta adalah kata yang tak terdefinisikan
dan dosa hanyalah satu kemungkinan di ujung alifmu?
padahal di ujungnya yang lain
khianat yang dengan tekun kutorehkan
tak sedetik pun sempat menyentuhmu.
tapi selalu saja, kilatan matamu menghanguskanku.
Dalam Tidurku yang biasa tidak pernah ku alami sebelumnya
Sabtu, Juli 13, 2002
0
comments
8:03 AM
Posted by
Unknown
0
comments
7:57 AM
Posted by
Unknown
wahai, Sang Alam semesta setelah begini, masih layakkah hati
yang kaupinjamkan ini kutawarkan kepada bulan dan matahari?
padahal bulan adalah si jalang yang selalu muncul
dari kegelapan dan rerimbun awan.
dan matahari adalah penyamun yang tak bosannya
datang dan datang lagi.
pengkhianatan ini sungguh sebuah pelacuran.
kaki yang kubasuh di juta samudera masih
tak cukup suci untuk hadir di pintumu.
sedang memandang tangan ini, adakah aku berani?
tapi tanpa berkata-kata segera saja
kaurengkuh aku dalam nafasmu.
seluruh dusta dan rasa sakit kauserap ke dalam
pelukanmu yang selalu kuingat betapa hangat.
berhari-hari berkali-kali
berabad-abad berjagat-jagat
hingga layu bunga-bunga kemboja
yang gugur di batu nisanku

